Kamis, 01 Oktober 2015

KATA KATA IKHLAS TELAH 'MEMBUNUH'KU......


  

Setiap dua kali dalam seminggu , seorang ustadz yang amat bersahaja yang tinggal di sebuah kampung kecil pergi ke kota untuk mengajarkan anak seorang kaya membaca Al Qur'an. Untuk mencapai rumah orang kaya tersebut, si ustadz menggunakan sepedanya yang sudah tua dan butut. Kadang kadang ia menaiki angkot. Dan, jika tidak punya uang, ia paksakan untuk berjalan kaki.
Dia berupaya agar tetap bisa datang ke rumah orang kaya tersebut walaupun kondisi kesehatannya terkadang tidak begitu baik.
Di akhir bulan, ia datang ke orang kaya tersebut untuk meminta uang jasa atas jerih payahnya selama ini mengajarkan anaknya membaca Al Qur'an.

Sabtu, 01 Agustus 2015

HARI SUAMI SEDUNIA

Di tempat praktek, aku pernah kedatangan  pasien, seorang pria yang berusia sekitar 60-an tahun. Istrinya baru saja wafat beberapa bulan yang silam.

Yang agak 'aneh' buatku ialah setiap kali aku menyebut nyebut istrinya, dia tidak bisa menahan tangisnya. Airmatanya berlinang linang tatkala dia menceritakan bagaimana istrinya selalu membahagiakan hatinya walau dia kerap menyakiti dan mengecewakannya. Rupanya, kenangan indah bersama sama sang istri yang sepenuh hati berkhidmat kepada dirinya masih terpatri kuat di dalam benaknya.
Sungguh mengharukan sekaligus menakjubkan !.

Senin, 27 Juli 2015

NGOROK

Seorang istri 'curhat' kepada ustadznya.

'Pak ustadz, kalau sedang tidur, suamiku ngorok kuat sekali. Saya merasa amat sangat terganggu, ustadz. Apa yang harus aku lakukan ?',kata si ibu.
Ustadz menjawab, 'Ngorok adalah salah satu tanda tanda dari Tuhan. Beruntung ibu, dia masih bisa ngorok ? '. Mestinya, ibu harus bersyukur !'.
'Maksud ustadz ? ',tanya si ibu dengan heran.
'Bayangkan, sekiranya ibu tidak lagi mendengar suara ngorok  suami. Maka, ada 2 kemungkinan.  Dia sudah tidak bernyawa lagi atau dia sudah pindah ranjang dan tidak lagi tidur bersama sama dengan ibu'. Renungkan dan bersabarlah !. Lalu, si ibupun pulang.

Beberapa bulan kemudian, si ibu datang lagi ke ustadznya itu, kali ini  dengan wajah berseri seri. 

Ustadz bertanya, 'Apakah suami ibu sudah tidak ngorok lagi ? '.
'Masih ngorok ,ustadz', jawabnya. 'Malah suara ngoroknya semakin keras. Namun kini, suara ngoroknya terdengar di telingaku bagaikan alunan suara yang paling merdu di dunia ini'.
'Alhamdulillah',sahut ustadz.

Selasa, 16 Juni 2015

BUKAN SEKEDAR MENAHAN LAPAR DAN DAHAGA

Puasa itu tidak hanya sekedar menahan godaan untuk makan,minum dan seks saja !.

Suatu hari di bulan Ramadhan, Nabi Muhammad SAW 'memergoki' seorang wanita yang sedang memaki maki pembantu rumah tangganya. Nabi segera mengambil makanan dan memberikannya kepada si wanita itu.
'Makanlah.. !', katanya.
'Aku sedang berpuasa, ya Rasulullah', jawab si wanita.
 
Lalu, Nabi berucap, 'Bagaimana mungkin kamu memaki maki pembantumu, sementara kamu sedang berpuasa ?'.
'Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan apa apa dari ibadah puasanya tersebut selain rasa lapar dan dahaga saja'.


Jadi, kalau kita -umat Islam- masih 'merengek rengek' meminta agar semua warung makanan/minuman ditutup selama bulan Ramadhan demi menghormati mereka yang sedang berpuasa serta supaya tidak tergoda untuk makan dan minum, maka sebetulnya kualitas ibadah puasa yang kita jalankan masih sebatas menahan lapar dan dahaga saja.

Sabtu, 16 Mei 2015

MELAYANI TUHAN

Tatkala Nabi Musa turun dari bukit Sinai, seseorang bertanya, 'Apakah aku bisa mengundang Tuhan untuk datang dan makan malam bersama kita ?'.
Nabi Musa menjawab dengan marah, 'Kita tidak bisa mengundang Tuhan untuk datang makan malam. Tuhan tidak makan malam. Tuhan tidak terbatas. Tuhan melampaui batasan kebutuhan akan makan. Tuhan jauh melampaui bentuk ragawi manusia !. Tuhan tidak seperti aku dan kau '.

Ketika dia kembali ke gunung Sinai, Tuhan 'menegur' Musa atas perkataannya itu dan kemudian berkata,'Musa, kembalilah dan katakan kepada mereka untuk menyiapkan pesta besok sore dan Aku akan datang'.
Semua orang sangat senang mendengar kabar itu. Mereka menyiapkan sebuah pesta besar dengan hidangan yang paling baik.

Kamis, 23 April 2015

TEKANAN DARAH TANGAN KANAN DAN KIRI

Tekanan darah sangat menentukan kelaikan seseorang untuk menjalani operasi katarak.
Suatu hari , seorang dokter mata menginstruksikan perawatnya untuk mengukur tekanan darah seorang pasien sesaat sebelum menjalani operasi katarak.

Usai mengukur tekanan darah pasien, si perawat berkata,' Tekanan darah tangan kanan 130/90 , sedangkan tekanan darah tangan kiri 150/100 dok '.
'Loh, koq ada tekanan darah tangan kanan dan ada tekanan darah tangan kiri ?. Piye toh ?', tanya si dokter keheranan. 'Jangan bercanda ah !', katanya.