Kamis, 10 Maret 2016

WA

Ternyata, WhatsApp (WA) bisa menimbulkan kerusakan pada mata manusia. Akibat kecanduan WA -sehingga tidak mengacuhkan orang di sekitarnya- kedua mata lelaki ini mengalami Perdarahan Subkonjungtiva.........karena 'digebuk' istrinya...!!

Sabtu, 05 Maret 2016

HAPE 2 SIM CARD

Al kisah, ada seorang istri yang acap kali kali 'merepet' kepada suaminya. Pasalnya, setiap pulang dari kerjanya, MATA si suami selalu khusyuk mempelototin handphone (hape) nya . Sepanjang hari, dia asyik ber-WA-ria, sehingga si istri merasa tidak diacuhkan.

Sampai suatu hari, si istri berkata dengan suara keras, 'Pa,lebih penting hape ya dari diriku...?!'
Si suami menjawab dengan tenang, 'Nggaklah,Ma!...Mama itu lebih penting dari apapun dan dari siapapun. Jika mama diibaratkan dengan sim card, maka aku adalah hapenya. Mama tahu nggak, sebuah hape tidak akan berarti apa apa tanpa sim card di dalamnya...Artinya, papa itu tidak ada artinya apa apa jika tidak ada mama....'.

Si istri tersenyum lega dan betul betul merasa amat bersyukur mendengar 'testimony' sang suami tercinta.
Namun, dia lupa.....di dalam hape suaminya ada 2 sim card.....

Kamis, 25 Februari 2016

GIGITAN ISTRI PERTAMA

Seorang wanita muda mendatangi praktek seorang dokter mata. Kelopak mata kanan si wanita terlihat robek (ruptur) dan mengucurkan darah.
'Mata saya kena gigitan,dok',sahut si wanita.
'Saya periksa dulu ya',kata si dokter mata.
Setelah melakukan pemeriksaan, dokter terlihat menggeleng2kan kepalanya. Keningnya berkerut. Wajahnya menyiratkan tanda tanya.
'Mbak,terus terang saja saya masih bingung dengan jenis binatang yang menggigit kelopak mata mbak ini',kata si dokter.
'Kenapa,dok ?',tanyanya
Dokter menjawab, 'Soalnya, luka gigitan ini terlalu besar buat seekor kucing,tetapi terlalu kecil buat seekor anjing'.
Si wanita berkata,'Maaf dok, kelopak mata saya ini bukan digigit binatang dok...,tetapi digigit istri pertama dari suami saya dok...

Minggu, 04 Oktober 2015

انا لله وانا اليه راجعون


انا لله وانا اليه راجعون
Akhirnya, kembali jua kepada keharibaanNya.
Sungguh,kita semua milikNya dan kelak pasti akan kembali pulang kepadaNya.
Semoga semua dosa dan kesalahan ayah tercinta selama hidup di dunia ini mendapatkan ampunan dari Allah Ta'ala

Kamis, 01 Oktober 2015

KATA KATA IKHLAS TELAH 'MEMBUNUH'KU......


  

Setiap dua kali dalam seminggu , seorang ustadz yang amat bersahaja yang tinggal di sebuah kampung kecil pergi ke kota untuk mengajarkan anak seorang kaya membaca Al Qur'an. Untuk mencapai rumah orang kaya tersebut, si ustadz menggunakan sepedanya yang sudah tua dan butut. Kadang kadang ia menaiki angkot. Dan, jika tidak punya uang, ia paksakan untuk berjalan kaki.
Dia berupaya agar tetap bisa datang ke rumah orang kaya tersebut walaupun kondisi kesehatannya terkadang tidak begitu baik.
Di akhir bulan, ia datang ke orang kaya tersebut untuk meminta uang jasa atas jerih payahnya selama ini mengajarkan anaknya membaca Al Qur'an.

Sabtu, 01 Agustus 2015

HARI SUAMI SEDUNIA

Di tempat praktek, aku pernah kedatangan  pasien, seorang pria yang berusia sekitar 60-an tahun. Istrinya baru saja wafat beberapa bulan yang silam.

Yang agak 'aneh' buatku ialah setiap kali aku menyebut nyebut istrinya, dia tidak bisa menahan tangisnya. Airmatanya berlinang linang tatkala dia menceritakan bagaimana istrinya selalu membahagiakan hatinya walau dia kerap menyakiti dan mengecewakannya. Rupanya, kenangan indah bersama sama sang istri yang sepenuh hati berkhidmat kepada dirinya masih terpatri kuat di dalam benaknya.
Sungguh mengharukan sekaligus menakjubkan !.

Senin, 27 Juli 2015

NGOROK

Seorang istri 'curhat' kepada ustadznya.

'Pak ustadz, kalau sedang tidur, suamiku ngorok kuat sekali. Saya merasa amat sangat terganggu, ustadz. Apa yang harus aku lakukan ?',kata si ibu.
Ustadz menjawab, 'Ngorok adalah salah satu tanda tanda dari Tuhan. Beruntung ibu, dia masih bisa ngorok ? '. Mestinya, ibu harus bersyukur !'.
'Maksud ustadz ? ',tanya si ibu dengan heran.
'Bayangkan, sekiranya ibu tidak lagi mendengar suara ngorok  suami. Maka, ada 2 kemungkinan.  Dia sudah tidak bernyawa lagi atau dia sudah pindah ranjang dan tidak lagi tidur bersama sama dengan ibu'. Renungkan dan bersabarlah !. Lalu, si ibupun pulang.

Beberapa bulan kemudian, si ibu datang lagi ke ustadznya itu, kali ini  dengan wajah berseri seri. 

Ustadz bertanya, 'Apakah suami ibu sudah tidak ngorok lagi ? '.
'Masih ngorok ,ustadz', jawabnya. 'Malah suara ngoroknya semakin keras. Namun kini, suara ngoroknya terdengar di telingaku bagaikan alunan suara yang paling merdu di dunia ini'.
'Alhamdulillah',sahut ustadz.