Minggu, 04 Mei 2014

TERASA LEBIH LAMA

Seorang dokter mata berkata kepada pasiennya, 'Pak, mata bapak terkena penyakit glaukoma  stadium akhir. Melihat kondisi syaraf mata yang sudah rusak   begitu parah, maka saya perhitungkan  dalam waktu   satu bulan lagi, mata bapak akan menjadi buta total'.
'Apa yang harus saya lakukan, dok ?', tanya si pasien dengan suara cemas.
'Saya anjurkan bapak untuk menggunakan kedua mata bapak secara optimal', jawab si dokter.
'Maksud dokter ?'
'Mulai hari ini, gunakanlah selalu mata bapak untuk banyak melihat yang 'indah indah dan cantik cantik' !'.
'Apakah dengan cara  demikian, mata saya tidak akan menjadi buta total,dok ?'.
'Oooh,...tidak juga !'. 'Namun, waktu yang   satu bulan itu akan bapak rasakan lebih lama'. Itu saja !, jawab si dokter.

Sabtu, 03 Mei 2014

TOPIK PERTENGKARAN


Dua orang pasien terlihat duduk di sebuah ruang tunggu. Mereka menanti giliran pemeriksaan dokter mata.
Pasien yang satu berkata, 'Kasihan ya dokter kita ini. Sebulan yang lalu dia bercerai dengan istrinya'
'Ooh ya... Apa sih penyebab perceraian mereka ?', tanya pasien yang lain.
'Khabarnya, mereka berdua tidak pernah sepakat dalam banyak hal, terutama dalam menentukan topik pertengkaran !, jawab temannya.

Jumat, 02 Mei 2014

BUTA WARNA

Lampu lalulintas menyala merah. Tiba tiba, sebuah mobil menerobos perempatan jalan itu. Seorang polisi segera menghadang dan menghentikan mobil itu.
'Siang,pak', sapa polisi itu kepada pengemudi mobil. 'Bapak telah melanggar lampu lalulintas. Apa bapak nggak tahu bahwa pelanggaran terhadap lampu lintas, bisa dikenakan pidana kurungan maksimal 2 bulan atau denda maksimal 500 ribu rupiah, pak'.
'Saya tahu, pak polisi ', kata si pengemudi mobil.
'Apa bapak tidak melihat lampu merah itu ?, tanya polisi.
'Lihat, pak', jawab si bapak.
'Lantas, kalau bapak melihatnya, kenapa bapak tidak berhenti dan malah menerobos perempatan jalan ini ?'.
'Saya melihatnya, tetapi tidak tahu bahwa lampu lalulintas itu berwarna merah, pak polisi'.
'Loh...bagaimana mungkin bapak bisa nggak tahu  ?', tanya si polisi keheranan.
'Soalnya, kata dokter mata, saya menderita buta warna total, pak !?', jawab si bapak.

(inspired by mas'wk',tq)

PRESBIOPIA


'Bapak menderita presbiopia', kata seorang dokter mata kepada pasiennya . 'Presbiopia adalah penyakit usia tua dengan keluhan gangguan membaca dekat ,yang biasanya mulai diderita oleh seseorang tatkala umurnya menginjak 40 tahun'.
'Bagaimana cara mengatasinya,dok ?', tanya si pasien.
'Bapak harus memakai kacamata baca + 1,5 ( plus satu setengah ) sesuai usia bapak sekarang 45 tahun', jawab si dokter.
'Apakah plus kacamata baca ini akan bertambah terus, dok ?'
'Persis. Plus nya pasti akan bertambah selama usia bapak terus bertambah. Rata rata setiap 5 tahun, akan ada penambahan + 0,5. Jadi, nanti pada usia 50 tahun ukuran kacamata bapak menjadi +2, pada usia 55 tahun, +2,5 dan pada usia 60 tahun, +3'.
'Apakah plus kacamata baca ini bisa berkurang, dok ?'.
'Bisa. Asal umur bapak bisa berkurang !', ujar dokter sambil tersenyum.
'Ah, dokter ada ada saja. OK-lah,dok. Kalaupun nggak bisa dikurangi, paling tidak, apa mungkin
ada suatu cara agar plus kacamata baca ini tidak terus bertambah,dok ? '.
'Ada', jawab si dokter. 'Usahakanlah agar umur bapak tidak bertambah !?'.

Selasa, 29 April 2014

MINUS TINGGI

Di sebuah sudut rumah sakit, terlihat seorang bapak asyik menghisap sebatang rokok.Padahal ,  disampingnya  berdiri tegak sebuah papan pengumuman yang besar dengan tulisan 'dilarang merokok'. Seorang dokter  mata yang mengenakan jas putih  dengan badge nama melekat di saku depan bajunya melintas di depan si bapak dan menegurnya.
'Ma'af pak.  Disini dilarang merokok', kata si dokter. 'Apa bapak tidak bisa membaca tulisan itu ?', katanya sambil menunjuk papan pengumuman itu.
'Tidak, dok !, jawab si bapak.
'Loh....tulisan sebesar itu, bapak tidak bisa membacanya ?', tanya si dokter dengan wajah keheranan.
'Betul, dok. Saya menderita minus tinggi . Saya tidak bisa membaca tulisan yang jauh maupun dekat,dok', kata si bapak.
'Oh begitu. Sekarang, tolong matikan rokok itu !',
'Terima kasih, dokter tulus es pe em ', kata si bapak sambil berlalu.

Minggu, 27 April 2014

UKURAN KEMANUSIAAN

Mirza Jawad Maliki Tabrizi
'Ketahuilah bahwa ukuran kemanusiaan bukan pada bentuknya karena bentuk dapat ditempelkan di pintu kamar mandi. Bukan pada fisiknya, karena binatang yang kotorpun berfisik. Bukan karena ia makan dan melakukan hubungan seks, karena beruang dan babi jauh lebih kuat dalam hal ini. Bukan dengan kemarahan dan kemampuan untuk membalas, karena anjing dan serigala memiliki kekuatan amarah melebihi manusia.
Namun sebenarnya, ukuran kemanusiaan yang yang membuat Anda disebut manusia dan yang membedakan Anda dari yang lain adalah ilmu, makrifat ( cq.pengenalan akan diri sendiri dan Tuhan )  serta akhlak yang baik'

( Mirza Jawad Maliki Tabrizi, di dalam kitabnya 'Risalah Sayr wa Suluk', hal 16-17 ).

Jumat, 25 April 2014

MINAZ ZHULUMATI ILAN NUR

Inilah salah satu pesan Kartini kepada teman temannya di Eropah.

”Kartini berada dalam proses dari kegelapan menuju cahaya ( door duisternis Tot Licht ). Namun cahaya itu belum purna menyinarinya secara terang benderang, karena terhalang oleh tabir tradisi dan usaha westernisasi. Kartini telah kembali kepada Pemiliknya, sebelum ia menuntaskan usahanya untuk mempelajari Islam dan mengamalkannya, seperti yang diidam-idamkannya: Moga-moga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat umat agama lain memandang agama Islam patut disukai”
(Surat Kartini kepada Ny. Van Kol, 21 Juli 1902).