Kamis, 04 Agustus 2016

HAPE ANAK IBU

Usai melakukan pemeriksaan mata terhadap seorang anak sekolah dasar, aku berkata kepada ibunya, 'Bu, mata anak ibu mengalami gangguan dalam melihat. Ukuran kaca mata nya sudah minus (min) dua setengah'.

Wajah si ibu tampak amat terkejut dan gusar. 

Kemudian, dia berkata dengan suara agak keras sambil menuding anaknya yang tunduk ketakutan, 'Inilah dok, akibat main hape (handphone) sepanjang hari . Sudah berkali kali dilarang, namun anak ini nggak pernah mau dengar apa kata orang tuanya. Setiap pulang dari sekolah ia langsung buka hape. Dia membuka internet di hape-nya itu dan main gem (games), sehingga lupa makan dan belajar'.

Iseng iseng, aku bertanya kepada si ibu, 'Boleh saya tahu Bu, dari mana anak ibu mendapatkan hape-nya ?'
Si ibu menjawab, 'Dia membelinya, dok !'
'Siapa yang memberi dia uang untuk membeli hape ?'
'Saya, dok !', ujar si ibu dengan suara yang mulai melunak
'Siapa yang memberinya pulsa untuk bisa membuka internet dan bermain gem di hape-nya ?', tanyaku.
'Saya, dok !' jawabnya. Suaranya semakin rendah
'Apakah ibu juga sering membuka buka hape ketika sedang ngumpul bersama suami dan anak anak di rumah ?'
'Sering sekali, dok !', jawabnya dengan agak tersipu sipu malu.

Dia tertawa.
'Dokter ini ada ada saja,ah ...!', katanya.

Minggu, 17 Juli 2016

REFLEKSI DIRI

Prof.H.Nadirsyah Hosen,PhD, Rais Syuriah PCI Nadhlatul Ulama Australia-New Zealand :

'Segala su'uzh zhhann, buruk sangka, asumsi jelek maupun komentar kita terhadap orang lain sering hanya refleksi diri kita yang tak mampu bersaing, yang sering culas dalam berkarir, yang gemar mencari jalan pintas dan kasak kusuk'
'Cara kita menghakimi orang lain adalah bentuk mekanisme pertahanan diri kita yang tidak bisa menerima fakta orang lain lebih baik dari kita '.

(Islam Q & A,Dari Hukum Makanan Tanpa Label Halal Hingga Memilih Mazhab Yang Cocok, hal 210)

Rabu, 06 Juli 2016

LEBARAN MEDSOS


Dua orang pria yang telah menjalin persahabatan sejak mereka masih SMA, dan kini telah berusia 50-an tahun sedang berbincang2.

'Bagaimana lebaranmu kali ini, teman ?'.
'Alhamdulillah. Aku menerima berpuluh puluh ucapan selamat yang datang silih berganti dari sanak saudaraku, dari teman temanku, dari pasien pasienku dan bahkan dari orang orang yang tidak pernah bertemu denganku'.
'Luar biasa. Alangkah senang dan bahagianya kau, kawan. Mereka masih tetap mengingatmu'

'Thanks,bro.......
'Namun sayangnya semua ucapan selamat yang kuterima itu hanya terjadi di dunia maya yang datang menyapaku lewat whatsapp, bbm dan fesbuk.

'Entah kenapa, kini aku merindukan kehangatan persahabatan dan persaudaraan kita seperti yang pernah kita rasakan saat saat berlebaran 30-an tahun yang silam'.

Jumat, 10 Juni 2016

PUASA KHUSUS


Puasa itu tak hanya sekedar menghentikan makan,minum dan seks saja.
Kalau hanya tidak makan dan minum, anak sekolah dasar dan bahkan hewanpun juga bisa melakukannya.
Imam Al Ghazali menyebutkan puasa seperti ini sebagai Puasa Awam.

Tetapi,ada jenis puasa lain yang memiliki nilai yang lebih tinggi. Beliau menyebutnya dengan Puasa Khusus.

Puasa Khusus adalah jenis puasa yang mempuasakan mulut kita misalnya, menghentikan lidah kita dari 'ngerumpi' atau membicarakan kejelekan orang lain, yang dalam bahasa agama disebut dengan ghibah atau juga tidak menyebarkan informasi2 yang berisi kebencian dan kedengkian terhadap orang yang tidak kita sukai.

Yang juga termasuk puasa khusus ialah menghentikan penglihatan dan pendengaran kita dari melihat dan mendengar hal hal yang tidak baik dan tidak bermanfaat sama sekali, serta menjaga kaki dan tangan kita untuk tidak melakukan berbagai tindakan yang menyakiti orang lain dan bertentangan dengan ajaran agama.

Puasa Khusus akan meningkatkan derajat kemuliaan orang yang mampu menjalankannya.
Serta,akan menaikkan kelasnya dari hanya sekedar Puasa Awam.

Senin, 23 Mei 2016

PANCARAN KASIH SAYANG TUHAN

Seorang dokter mata yang sudah berusia lebih dari 50an tahun 'curhat' kepada ustadznya.

'Ustadz, beberapa bulan terakhir ini saya menderita penyakit prostat', katanya. 'Selepas tengah malam sampai menjelang subuh, saya selalu terbangun karena harus berkali kali ke kamar mandi untuk buang air kecil. Waktu istirahat saya semakin berkurang. Saya amat terganggu dan sangat menderita sekali, ustadz !'.
'Pak dokter salah alamat. Saya bukan dokter yang bisa mengobati penyakit. Mestinya pak dokter pergi ke ahli penyakit dalam yang bisa menyembuhkan penyakit pak dokter, bukan datang ke saya', jawab si ustadz.
'Saya tahu, pak ustadz. Namun ada hal lain yang ingin saya tanyakan', sahut dokter.
'Silahkan', jawab ustadz.

Selasa, 03 Mei 2016

MENYINGKIRKAN KOTORAN HATI

Beberapa bulan yang lalu, si bapak menderita gangguan di telinga kanannya. Liang telinga kanannya itu seperti dipenuhi dengan suatu benda dan terasa mampat sehingga pendengarannya menjadi sangat terganggu dan terasa tertekan. Dia betul betul amat tersiksa.

Kemarin, si Bapak pergi ke dokter spesialis THT untuk mengobati penyakitnya itu. Dokter berusaha untuk mengambil 'benda asing' yang menyumbat telinga si bapak dengan sebuah pinset kecil dan panjang. Ternyata 'benda asing' itu menempel sangat kuat di dinding liang telinga, sehingga ketika dia menariknya dengan kuat, si bapak merintih kesakitan.

Sabtu, 23 April 2016

LONCENG KEMATIAN

Anak anak merayakan hari ulang tahunnya dengan suasana penuh suka cita. Namun, si ibu tampak tidak begitu gembira. 

'Kenapa ibu kelihatan sedih ?', tanya salah seorang anaknya.
Dia menjawab,  'Aku sedih, karena baru pada tahun ini  kita merayakan ulang tahun tanpa kehadiran ayah kalian bersama sama kita disini. Dia telah pergi selama lamanya untuk memenuhi panggilan Tuhannya'

'Aku sedih, karena pada saat saat kita bergembira  sekarang ini, beberapa teman seusia ibu kini hanya bisa terbaring di tempat tidur karena didera penyakit yang tak kunjung sembuh , sementara yang lain satu persatu telah pergi meninggalkan ibu untuk menghadap sang Maha Pencipta' .

'Kini aku dapat merasakan, merayakan hari ulang tahun itu ibarat dentangan lonceng kematian yang semakin lama semakin mendekatkan langkahku ke liang kubur.
Dan, yang paling aku sedihkan  dari semua itu ialah aku belum sungguh sungguh mempersiapkan diriku untuk menghadapi kematian yang kelak pasti datang menjemput diriku'.