Jumat, 08 September 2017

CIUMAN TERAKHIR, KISAH ROMEO JULIET DARI SOLO


Mbah Sudarso (82 tahun) dan istrinya Mbah Putri (nenek) Sumiyati (72 tahun) asal Gonilan, Kartasura, Sukoharjo tergabung di dalam jama'ah haji Kelompok Terbang (Kloter) 36, Embarkasi Solo.

Sejak berangkat dari Embarkasi Solo, Mbah Putri yang terlihat lemah hanya bisa duduk di atas kursi roda yang didorong dengan susah payah oleh suaminya yang fisiknya terbungkuk bungkuk.


Karena termasuk ke dalam kelompok resiko tinggi (resti), pasangan sepuh ini diawasi secara ketat oleh petugas haji yang selalu mendampingi mereka.

Sabtu, 29 Juli 2017

ANAK MENGIKUTI ZAMAN

' Do not force your children to behave like you, for surely they have been created for a time which is different to your time '
( Imam Ali AS )

- Jangan paksa anak anakmu untuk bertingkah laku seperti dirimu, karena sesungguhnya mereka diciptakan untuk sebuah zaman yang tidak sama dengan zamanmu - Imam Ali AS

TAKUT DIOPERASI



Dialog antara seorang pasien dengan seorang dokter spesialis mata.
  • Pasien (P) : 'Ibu saya usianya 70 tahun, kedua matanya sudah nggak bisa melihat lagi. Kira kira dia sakit apa ya dok ?'
  • Dokter (D) : 'Sebaiknya ibu anda dibawa dulu ke dokter mata untuk dilakukan pemeriksaan agar dapat ditentukan penyakitnya'.
  • P : 'Kata orang, ibu saya itu menderita penyakit katarak dok !'
  • D: 'Mungkin saja...'. 'Namun, diagnosis pasti harus ditentukan dari hasil pemeriksaan dokter mata'.
  • P: 'Tetapi, yang bilang ibu saya kena penyakit katarak itu tidak sedikit loh dok...bukan hanya 1 atau 2 orang saja !. Mungkin belasan orang...'

DOKTER PEDAGANG


Prof. Wahab, seorang Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Unair, selalu mengulang ulangi pesannya kepada para mahasiswa dengan kalimat seperti ini :
'Jadi dokter itu baik. Jadi pedagang juga baik. Yang tidak baik, bila keduanya dicampur'.

Dokter Tarmizi Taher, berkata :

" Yang beliau maksud dengan 'dicampur' adalah jika saat sedang praktek, seorang dokter juga berperan 'campuran' , yakni menjadi seorang dokter dan pada saat yang sama berperilaku sebagai pedagang.

'Janganlah berdagang di kamar praktek. Alasan utamanya adalah bahwa, sebagai seorang dokter, kita sedang berhadapan dengan orang yang sedang menderita . Jangan mengambil untung di atas penderitaan orang lain.
Terlebih lagi, jangan menambah 'penderitaan' pada diri penderita'.

(Medical Ethics, Manual Praktis Etika Kedokteran untuk Mahasiswa, Dokter, dan Tenaga Kesehatan,hal 5-6)

Sabtu, 22 Juli 2017

IKHLAS


Pada suatu hari dua orang anak muda dari Panitia Acara Santunan Anak Yatim Piatu mendatangi rumah seorang dokter spesialis. Mereka bermaksud meminta sumbangan uang dari si dokter.
Di dalam daftar sumbangan yang disodorkan kepadanya, si dokter menulis Rp.100 ribu.

Salah seorang anak muda itu segera bereaksi, 'Koq dikit amat nyumbangnya, pak ?', tanyanya.
'Tetangga bapak yang dokter umum aja nyumbang 500 ribu !'
Si dokter menjawab, 'Untuk apa saya nyumbang banyak kalau hati saya tidak ikhlas ?'.

Anak muda yang lain menjawab, 'Wah...kalau soal ikhlas, itu urusan pak dokter dengan Tuhan !. Setahu kami, ikhlas itu adanya di dalam hati dan tidak untuk disebut sebut'.

'Yang kami butuhkan adalah sumbangan uang yang banyak. Semakin banyak sumbangan yang kami dapat, semakin banyak pula anak yatim piatu yang bisa kami bantu'.

Si dokter terdiam, tidak menjawab.

Minggu, 28 Mei 2017

PUASA MENAHAN AMARAH

Suatu hari di bulan Ramadhan, Nabi Muhammad SAW 'memergoki' seorang wanita yang sedang memaki maki pembantu rumah tangganya. Nabi segera mengambil makanan dan memberikannya kepada si wanita itu.
'Makanlah.. !', katanya.
'Aku sedang berpuasa, ya Rasulullah', jawab si wanita.

Lalu, Nabi berucap, 'Bagaimana mungkin kamu memaki maki pembantumu, sementara kamu sedang berpuasa ?'.
'Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan apa apa dari ibadah puasanya tersebut selain rasa lapar dan dahaga saja'.

Pesan moral yang bisa kita sarikan dari riwayat di atas ialah
bahwa puasa itu tidak hanya sekedar menahan godaan untuk makan, minum dan seks saja, tetapi juga mengendalikan rasa amarah kita. 

Malah Nabi mengkonstantir bahwa kebanyakan orang Islam yang berpuasa tidak memperoleh manfaat apapun dari ibadah puasanya, karena mereka tidak dapat mengendalikan emosinya.

#ramadhan02#

Selasa, 09 Mei 2017

SELAMAT JALAN, YUNI...!

Kol. Kes. dr. Yuniati Wisma, SpM adalah teman sejawat dan adik kelas saya sewaktu menempuh program pendidikan spesialis mata di FK UI.
Tubuhnya mungil dan tutur katanya halus. Jika tidak mengenakan baju seragam, orang pasti tidak akan mengira bahwa dr.Yuni adalah seorang TNI Angkatan Udara.
Saat menempuh pendidikan itulah dia divonis menderita kanker usus stadium lanjut dan sempat menjalani operasi di RS St.Carolus, Jakarta.
Waktu itu, kami -para residen- datang membezoeknya di rumah sakit.
Sepulang dari rumah sakit, kami merasa akan segera 'kehilangan' dia.
Tidak diduga, dia berhasil 'survive' selama lebih dari 16 tahun.
Dua atau tiga tahun yang silam, saya sempat bertemu dan mengobrol dengannya di sebuah acara temu ilmiah oftalmologi....
Dia kelihatan segar bugar, mengenakan hijab dan tutur katanya masih terdengar lembut dan santun.
Namun, ternyata Tuhan memiliki rencanaNya sendiri. Dia memilihkan jalan buat Yuni untuk segera menemuiNya.
Hari ini (9 Mei 2017), dia wafat setelah dirawat di rumah sakit di Yogyakarta.
Innalillahi wa inna ilaihi roji'un -Sungguh kita semua milik Allah dan akan kembali jua ke pangkuanNya.
----
Selamat jalan, teman.
Semoga Allah Ta'ala menempatkan Yuni di tempat sebaik baiknya di sisiNya, dibalas semua amal baiknya dan diampuni semua dosa dan kesalahannya.
Amin...