Sabtu, 08 Maret 2014

MASALAH PENANGGULANGAN BUTA KATARAK DI INDONESIA

Artikel 'Masalah Penanggulangan Buta Katarak di Indonesia' dimuat di Gapopin Magazine Edition II,Januari 2014, halaman 18-19.

Jumat, 07 Maret 2014

AGAMA TANPA ILMU, BUTA !

Dalam pidatonya di depan Princenton Theological Seminary 19 Mei 1939, Albert Einstein berkata :

'Ilmu pengetahuan hanya dapat diciptakan oleh mereka yang dipenuhi gairah untuk mencapai kebenaran dan pemahaman. Tetapi, sumber perasaan itu berasal dari tataran agama. Termasuk di dalamnya adalah keimanan kepada kemungkinan bahwa semua aturan yang berlaku di dunia wujud itu bersifat rasional. Artinya, dapat dipahami oleh akal.
Saya tidak dapat membayangkan ada ilmuwan sejati yang tidak mempunyai keimanan mendalam seperti itu. Keterangan ini dapat diungkap dengan gambaran : ilmu pengetahuan tanpa agama lumpuh, agama tanpa ilmu pengetahuan buta"

( http://www.panarchy.org/einstein/science.religion.1939.html )

Kamis, 30 Januari 2014

DO'A PELANTIKAN PENGURUS PERDAMI & KOI 2013-2016 : 25 JANUARI 2014

http://rikitsan.blogspot.com/2014/01/doa-pelantikan-pengurus-perdami-koi.html

'Tuhan kami......
Pada pagi hari  ini, kami telah mengikuti acara pelantikan  pengurus Perdami dan Kolegium Oftalmologi Indonesia masa bakti 2013-2016. Rasa syukur yang tak  putus putusnya kami sampaikan kehadapanMu karena hanya dengan kuasa dan kehendakMulah, acara ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Kami mohon ya Tuhan, limpahkanlah rahmat , hidayah dan petunjukMu kepada kami semua, seluruh pengurus Perdami baik yang hadir maupun yang tidak hadir pada hari ini , sehingga kami dapat melaksanakan semua amanah dan tanggung jawab yang telah dipercayakan di atas pundak kami,  sebagai bukti atas komitmen dan perkhidmatan kami terhadap organisasi yang kami cintai  ini.

Senin, 13 Januari 2014

NENEK PEMUNGUT DAUN


Alkisah, dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung kota itu. Ia berwudhu, masuk ke masjid, dan menunaikan shalat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekadarnya, ia keluar dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berguguran.


Sabtu, 28 Desember 2013

'MISI KITA, MENEBARKAN KASIH SAYANG'

Untuk berbuat baik kepada sesama umat manusia, kita tidak perlu 'mengutak atik, 'mengobok obok, menyalah nyalahkan' ajaran, pemahaman atau keyakinan dan agama orang lain. Atau, bahkan sampai memvonisnya secara 'in-absensia' dengan ungkapan ungkapan 'sesat', 'kafir' atau 'bid'ah' dan kemudian mempublikasikannya di depan umum.

Perilaku semacam ini tidak akan menguntungkan, bahkan justru akan mengakibatkan retaknya kebhinekaan dan persatuan diantara sesama anak bangsa yang telah dirajut dengan susah payah oleh para pendiri negeri ini.

Apa kita tidak bisa mengambil pelajaran dari para Nabi Tuhan dan para Imam suci as yang kerap dihina, dicaci, dimusuhi dan diburu buru untuk dibunuh ?. Namun, mereka tidak perdulikan ini semua. Mereka tetap berkhidmat dengan memberikan pelayanan kemanusiaan kepada siapapun, bahkan terhadap orang - orang yang menentang dan menghujat mereka. Kenapa ?.

Karena, misi agung mereka - yang juga menjadi misi kita semua, apapun agama kita - adalah menebarkan kasih sayang di alam semesta ini dan bukan menaburkan kebencian dan permusuhan.

Minggu, 15 Desember 2013

'TUGAS KITA HANYA IKHTIAR,DOK !'


Suatu hari, saya melakukan operasi katarak terhadap seorang bapak yang berusia 60 an tahun. Hari pertama setelah operasi,perban mata dibuka, tajam penglihatan mata si pasien ( yang biasa disebut dengan 'visus' ) segera diukur. Walaupun hasilnya tidak begitu jelek, namun....,sungguh sangat mengecewakanku dan , pastilah juga, mengecewakan pasien dan keluarganya.

Seketika, perasaan cemas berkecamuk di dalam diriku. Bayangan 'menakutkan' menghantuiku hari demi hari.' 'Sudah ratusan pasien yang berhasil aku operasi, koq pasien yang ini tidak berhasil ?', kata hatiku seolah olah tidak menerima kenyataan itu.

Jumat, 13 Desember 2013

'BUMBU PENYEDAP' RUMAH TANGGA

Di tempat praktek, saya pernah kedatangan  pasien, seorang pria yang berusia sekitar 60-an tahun. Istrinya baru saja wafat beberapa bulan yang silam.

Yang agak 'aneh' buat saya ialah setiap kali saya menyebut nyebut istrinya, dia tidak bisa menahan tangisnya. Airmatanya berlinang linang tatkala dia menceritakan bagaimana istrinya selalu membahagiakan hatinya walau dia kerap menyakiti dan mengecewakannya. Rupanya, baik kenangan indah maupun derita batin yang pernah dirasakannya berdua bersama sama sang istri masih terpatri kuat di dalam benaknya. Sungguh mengharukan sekaligus menakjubkan !.