Sabtu, 17 Januari 2015

BU ERMA

Namanya Erma. Usianya 48 tahun. Beberapa tahun yang lalu, dia ditinggal oleh suaminya yang meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas. Sejak itu dia menjalani kehidupannya dalam keadaan yang amat memprihatinkan. Dia bekerja banting tulang, siang malam untuk 'menghidupi' anak anaknya yang masih kecil. Namun, musibah seakan akan tak pernah mau berpisah dari dirinya. Setahun yang lalu, kedua matanya buta total karena penyakit katarak. Walhasil, bu Erma hanya bisa menggantungkan kehidupannya kepada belas kasihan dari para tetangganya yang selalu bersemangat untuk membantunya.

Minggu, 11 Januari 2015

SAYA NGGAK MAKSA LOH,BU !

Seusai melakukan pemeriksaan, dokter spesialis mata itu berkata kepada pasiennya, 'Bu, mata ibu diserang penyakit katarak'.
'Ya, Tuhan !. Lalu, bagaimana cara mengobatinya, dok ?, tanya si ibu dengan rasa cemas.
'Tenang saja,bu. Mata ibu harus segera saya operasi,' jawab si dokter.
'Apa tidak ada ada pengobatan lain, dok ?. Bagaimana kalau tidak dioperasi,dok ?', tanyanya.

Sabtu, 03 Januari 2015

'SESUNGGUHNYA, ENGKAU BELUM UMROH !'

Dokter Tulus baru saja turun dari pesawat yang membawanya pulang kembali ke tanah air setelah melakukan ibadah umroh di tanah suci. Di bandar udara, ia disambut oleh ustadz Salim yang sudah berusia lanjut.

'Ahlan wa Sahlan, selamat datang kembali di tanah air. Bagaimana khabar dokter ?', sapa ustadz Salim.
'Alhamdulillah, saya baik baik saja. Semua rukun (tata cara) umroh telah saya lakukan dengan lancar dan sempurna tanpa halangan apapun, ustadz ', jawab dokter Tulus dengan wajah berseri seri.

'Bolehkah aku bertanya, dok ?', tanya ustadz.
'Silahkan, ustadz', sahut  dokter.

Kamis, 01 Januari 2015

OPERASI MENGGARUK LENSA


Seorang dokter mata berusaha mati matian untuk meyakinkan pasiennya bahwa dia menderita penyakit katarak.
'Dokter ini ada ada saja, koq saya dikatakan menderita katarak ?'. Piye toh ?',kata si pasien.
'Memang, seperti itulah hasil pemeriksaan saya, bu', Mosok ibu nggak percaya ?', sahut dokter.
'Bukan nggak percaya,dok. Saya nggak merasa menderita katarak. Mata saya cuma sedikit gatal saja, dok !', jawab si pasien.
'Lensa mata ibu sudah sangat keruh. Lensa mata yang keruh itu disebut dengan katarak . Karena itu, mata ibu harus dioperasi', jelas si dokter
'Nggak, ah. Lensa mata saya cuma gatal saja. Bagaimana ya dok cara mengobatinya ?', tanyanya.
'Gampang. Mata ibu harus segera saya operasi agar lensanya bisa dikeluarkan', jawab dokter.
'Loh.. kenapa lensa mata saya harus dikeluarkan,dok ?', tanya si ibu dengan heran
'Supaya ibu bisa menggaruknya.... !!', jawab si dokter sambil tersenyum.

Selasa, 30 Desember 2014

TRAGEDI HARI KAMIS

Pada tanggal 28 Safar 11 H, Nabi Muhammad saw wafat. Lima hari sebelum Nabi wafat, terjadi sebuah peristiwa yang menyedihkan.

Saat itu, Nabi terbaring dalam keadaan sakit.
Beberapa sahabat berada disamping beliau. Nabi berkata : 'Bawakanlah kepadaku tulang belikat, aku minta kalian menuliskan wasiatku yang akan menghindarkan kalian dari kesesatan setelah aku tiada'. Sebagian sahabat menolak permintaan Nabi, mereka menduga Nabi dalam keadaan mengigau atau meracau. Umar bin Khattab berujar : 'Nabi dalam keadaan sakit keras, kita sudah memiliki Al Qur'an, cukuplah kitab Allah itu buat kita semua'. Sementara, sahabat lain berupaya memenuhi permintaan Nabi. Terjadilah pertikaian dan pertengkaran diantara kedua kelompok sahabat ini. Melihat keadaan ini, Nabi berkata, 'Pergilah kalian semua, tidak sopan bertengkar di hadapanku'.

Kamis, 25 Desember 2014

FILOSOFI TURBAH


Seusai sholat berjama'ah bersama ayah (buya) nya, Nurul Fatimah -yang baru berusia 9 tahun- bertanya , 'Buya, kenapa  saat melakukan sujud, buya selalu meletakkan kening di atas batu ini ?'.

'Batu ini namanya turbah,nak. Turbah adalah gumpalan tanah yang dikeraskan dan dicetak dengan berbagai macam bentuk dan ukuran', jawab si buya.
'Untuk apa turbah ini, buya ?', tanyanya.

Rabu, 24 Desember 2014

MELACAK ASAL USUL & SILSILAH WALLAD 01

Kabupaten Aceh Singkil
Dari mana asal usul  'marga' Wallad itu ?.

Berikut ini sebagian kecil dari penuturan 'Angku Zainuddin' ( Angku Apun ) kepada saya sebelum meninggal dunia, kurang lebih 20 tahun yang silam.


Konon, di pertengahan abad ke-19 M,  di daerah Singkil, pantai barat Sumatera ( sekarang termasuk Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh ) , hiduplah seseorang yang bernama Mara Ismail. Tidak diketahui siapa nama kedua orang tuanya.

Mara Ismail memiliki seorang anak lelaki bernama Abdur Rauf. Abdur Rauf sering dipanggil ayahnya dengan nama Wallad. Karena, memang salah satu arti dari  kata Wallad di dalam bahasa Arab adalah anak lelaki. Selain diartikan dengan 'anak lelaki', kata walad ( wallad ) beserta turunannya dalam kamus bahasa Arab bisa berarti  ; bayi, lahir, timbul, terjadi, menyebabkan, menghasilkan, mengasuh, menciptakan dan lain-lain.