Senin, 23 Mei 2016

PANCARAN KASIH SAYANG TUHAN

Seorang dokter mata yang sudah berusia lebih dari 50an tahun 'curhat' kepada ustadznya.

'Ustadz, beberapa bulan terakhir ini saya menderita penyakit prostat', katanya. 'Selepas tengah malam sampai menjelang subuh, saya selalu terbangun karena harus berkali kali ke kamar mandi untuk buang air kecil. Waktu istirahat saya semakin berkurang. Saya amat terganggu dan sangat menderita sekali, ustadz !'.
'Pak dokter salah alamat. Saya bukan dokter yang bisa mengobati penyakit. Mestinya pak dokter pergi ke ahli penyakit dalam yang bisa menyembuhkan penyakit pak dokter, bukan datang ke saya', jawab si ustadz.
'Saya tahu, pak ustadz. Namun ada hal lain yang ingin saya tanyakan', sahut dokter.
'Silahkan', jawab ustadz.

Selasa, 03 Mei 2016

MENYINGKIRKAN KOTORAN HATI

Beberapa bulan yang lalu, si bapak menderita gangguan di telinga kanannya. Liang telinga kanannya itu seperti dipenuhi dengan suatu benda dan terasa mampat sehingga pendengarannya menjadi sangat terganggu dan terasa tertekan. Dia betul betul amat tersiksa.

Kemarin, si Bapak pergi ke dokter spesialis THT untuk mengobati penyakitnya itu. Dokter berusaha untuk mengambil 'benda asing' yang menyumbat telinga si bapak dengan sebuah pinset kecil dan panjang. Ternyata 'benda asing' itu menempel sangat kuat di dinding liang telinga, sehingga ketika dia menariknya dengan kuat, si bapak merintih kesakitan.

Sabtu, 23 April 2016

LONCENG KEMATIAN

Anak anak merayakan hari ulang tahunnya dengan suasana penuh suka cita. Namun, si ibu tampak tidak begitu gembira. 

'Kenapa ibu kelihatan sedih ?', tanya salah seorang anaknya.
Dia menjawab,  'Aku sedih, karena baru pada tahun ini  kita merayakan ulang tahun tanpa kehadiran ayah kalian bersama sama kita disini. Dia telah pergi selama lamanya untuk memenuhi panggilan Tuhannya'

'Aku sedih, karena pada saat saat kita bergembira  sekarang ini, beberapa teman seusia ibu kini hanya bisa terbaring di tempat tidur karena didera penyakit yang tak kunjung sembuh , sementara yang lain satu persatu telah pergi meninggalkan ibu untuk menghadap sang Maha Pencipta' .

'Kini aku dapat merasakan, merayakan hari ulang tahun itu ibarat dentangan lonceng kematian yang semakin lama semakin mendekatkan langkahku ke liang kubur.
Dan, yang paling aku sedihkan  dari semua itu ialah aku belum sungguh sungguh mempersiapkan diriku untuk menghadapi kematian yang kelak pasti datang menjemput diriku'.

Senin, 28 Maret 2016

'Rezeki itu urusan Tuhan' !.

Beberapa waktu yang lalu, ketika akan melakukan operasi katarak terhadap seorang pasien BPJS, di kamar ganti baju operasi, aku bertemu dengan seorang dokter spesialis bedah yang sudah tua. Sebagian besar rambut di kepalanya sudah tampak memutih. Dia sedang menunggu untuk operasi.
'Pasien BPJS, dok ?', tanyaku
Dia menjawab, 'Ah, saya nggak perduli mau pasien BPJS atau bukan, pokoknya saya bekerja !`
Lalu, kutimpali, 'Kalau pasien BPJS, jasanya kecil. Karena itulah, ada sebagian dokter bedah yang  tidak mau melayani pasien BPJS '.
'Betul', katanya,' Bahkan,ada  sejawat yang sudah mengundurkan diri'.
'Buat saya pribadi', lanjut si dokter bedah, 'Mau BPJS kek, mau umum kek, nggak ada masalah buat saya'. 'Pokoknya, semua saya kerjain', katanya santai, 'Sebagai dokter, tugas kita ialah membantu orang yang menderita sakit,...tidak boleh pilih pilih !. Soal rezeki sih itu sudah diatur oleh Tuhan,jadi kita tidak perlu ikut ikutan mengatur urusan yang menjadi urusanTuhan'. Dia ketawa.

Saya betul betul takjub. Ternyata, di era BPJS yang katanya menyengsarakan para dokter, masih saja ada dokter yang berhati 'emas' dan mulia seperti si dokter tua ini.

Minggu, 27 Maret 2016

BAHAGIA DI UJUNG MUSIBAH

Wajah keriput si bapak tua itu tampak terlihat sedih dan muram ketika aku mengatakan bahwa dia harus menjalani operasi katarak. ‘Bukan saya tidak mau,dok’, katanya. Tetapi, siapa nanti yang akan mengurus saya ?. 'Istriku sudah lama meninggal dunia. Anak anakku semuanya pada sibuk dengan pekerjaan dan keluarganya masing, dan hampir hampir tidak pernah mengunjungiku lagi’. Air mata terlihat menggenang di kedua pelupuk matanya.
Aku memintanya untuk memberitahu anak anaknya bahwa dia akan dioperasi.

Sabtu, 12 Maret 2016

UMUR LEBIH TUA

Karena kesalahan pegawai di bagian pendaftaran rumah sakit, dua orang pasien wanita yang hendak berobat ke dokter mata,memperoleh nomor antrian yang sama.

Ketika nomor tersebut dipanggil oleh perawat di poli mata, kedua wanita separuh baya ini bangkit dan masing masing merasa paling berhak untuk masuk terlebih dahulu ke kamar pemeriksaan dokter mata.
Tidak seorangpun yang mau mengalah, keduanya bertengkar hebat, ditonton oleh pasien pasien yang lain.

Akhirnya,untuk melerai pertengkaran ini, si perawat berkata dengan suara keras,'Ibu ibu...,akhiri deh pertengkaran ini... 'Silahkan masuk duluan ibu yang umurnya lebih tua...!'
Pertengkaran seketika itu juga berhenti, keduanya saling memandang......Namun ajaibnya,tidak seorangpun yang mau masuk duluan....?

Kamis, 10 Maret 2016

WA

Ternyata, WhatsApp (WA) bisa menimbulkan kerusakan pada mata manusia. Akibat kecanduan WA -sehingga tidak mengacuhkan orang di sekitarnya- kedua mata lelaki ini mengalami Perdarahan Subkonjungtiva.........karena 'digebuk' istrinya...!!