Sabtu, 21 April 2018
Kamis, 12 April 2018
KENIKMATAN SURGA
Dalam pengajian kali ini, ustadz Syukur menguraikan panjang lebar berbagai macam kenikmatan di dalam surga.
Usai memberikan ceramah, ustadz mengajukan pertanyaan kepada para jama'ahnya.
Pertanyaannya ialah apa yang mereka inginkan jika masuk ke dalam surga.
'Saya ingin makan makanan yang paling lezat, pak ustadz, kata salah seorang ibu.
'Saya ingin punya banyak rumah dan mobil mewah', tutur seorang bapak.
'Aku mau minum susu , madu dan anggur sepuasnya puasnya ', kata yang lain.
'Apa benar di dalam surga itu ada bidadarinya, ustadz ?', tanya seorang pria muda ditimpali cekikikan dari ibu ibu.
Suasana di dalam mesjid itu menjadi riuh dan ramai.
Usai memberikan ceramah, ustadz mengajukan pertanyaan kepada para jama'ahnya.
Pertanyaannya ialah apa yang mereka inginkan jika masuk ke dalam surga.
'Saya ingin makan makanan yang paling lezat, pak ustadz, kata salah seorang ibu.
'Saya ingin punya banyak rumah dan mobil mewah', tutur seorang bapak.
'Aku mau minum susu , madu dan anggur sepuasnya puasnya ', kata yang lain.
'Apa benar di dalam surga itu ada bidadarinya, ustadz ?', tanya seorang pria muda ditimpali cekikikan dari ibu ibu.
Suasana di dalam mesjid itu menjadi riuh dan ramai.
Jumat, 23 Maret 2018
PATERNALISTIK
Ada 3 pola hubungan antara dokter dengan pasiennya yakni pola paternalistik, pola individual dan pola resiprokal kolegial.
Pada pola paternalistik, pasien melihat dokternya sebagai seorang 'bapak' yang memiliki otoritas mutlak atas tubuhnya. Pokoknya, dia manut saja apapun keputusan dan tindakan yang dilakukan oleh dokter terhadap dirinya.
Pasien seperti ini yakin seyakin yakinnya bahwa seorang dokter dalam memberikan pengobatan tidak mungkin mencederai tubuhnya, sesuai prinsip first do no harm
Dalam pandangan mereka, dokter dokter seperti ini diyakini memiliki kualitas moral dan sikap etik yang amat terpuji serta bekerja dengan sangat profesional.
Pada pola paternalistik, pasien melihat dokternya sebagai seorang 'bapak' yang memiliki otoritas mutlak atas tubuhnya. Pokoknya, dia manut saja apapun keputusan dan tindakan yang dilakukan oleh dokter terhadap dirinya.
Pasien seperti ini yakin seyakin yakinnya bahwa seorang dokter dalam memberikan pengobatan tidak mungkin mencederai tubuhnya, sesuai prinsip first do no harm
Dalam pandangan mereka, dokter dokter seperti ini diyakini memiliki kualitas moral dan sikap etik yang amat terpuji serta bekerja dengan sangat profesional.
Minggu, 04 Maret 2018
ST DOMINIC'S CHURCH
Gereja St Dominic ( St Dominic's Church ), dalam bahasa portugis disebut Igreja de São Domingos, atau 玫瑰堂 dalam bahasa Cina, adalah sebuah gereja yang dibangun pada akhir abad ke-16 Masehi di Kota Macau.
Konstruksi gereja ini berhasil diselesaikan pada tahun 1787 dan kemudian diurus oleh 3 orang pendeta Spanyol Dominik.
Gereja ini memberikan pelayanan dalam lingkungan Cathedral Parish of the Roman Cataholic Diocese of Macau.
Gereja ini memberikan pelayanan dalam lingkungan Cathedral Parish of the Roman Cataholic Diocese of Macau.
Gereja St Dominic ditetapkan UNESCO sebagai salah satu dari 29 warisan sejarah dunia ( UNESCO world heritage site ) di Macau , yang disebut sebut sebagai salah satu tujuan wisata 'must see' di Macau.
Lokasinya tidak jauh dari Senado Square , pada sebuah jalan yang mengarah ke situs sejarah Ruins of St. Paul.
Sabtu, 03 Maret 2018
JASAD FIR'AUN
Foto mumi Ramses II , raja Fir'aun di masa Nabi Musa (Moses) as, yang diambil menggunakan candid camera di Mummy Hall, Museum Kairo,Mesir
Ramses II hidup sekitar 1200 tahunan sebelum Masehi, diklaim sebagai raja Mesir terbesar yang memerintah selama 67 tahun.
Dia dan bala tentaranya tenggelam di laut Merah saat mengejar Nabi Musa dan para pengikutnya.
Terkait dengan jasad Fir'aun ini , Allah SWT berfirman :
' Pada hari ini Kami selamatkan badanmu (Fir'aun) supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami."
- QS Yunus 92 -
SPESIALIS DIBAYAR BERAS
Ternyata, sejak zaman OLD , besaran imbalan jasa dokter telah menjadi perdebatan yang tak habis habisnya.
Ada sebuah buku berjudul 'Etik Kedokteran dan Hukum Kesehatan' yang ditulis oleh 2 orang Guru Besar FK USU, Prof.dr.M.Jusuf Hanafiah,Sp.OG(K) dan Prof.dr.Amri Amir, Sp.KF(K).
Buku ini terbit pertama kali 11 tahun yang lalu dan telah dicetak ulang beberapa kali
Pada Bab Imbalan Jasa Dokter, bagian Pedoman Imbalan Jasa Dokter , kita
mungkin akan tertawa geli membaca beberapa potongan kalimat disana.
Kamis, 25 Januari 2018
RIDHO IBU
Melihat mas Muhammad Syarifuddin Hidayat (mas Hidayat) bersama ibundanya, ibu Musrihartini yang bergabung bersama kami di bis 3 dalam perjalanan Umroh plus Mesir UTM, saya segera teringat dengan kisah salah seorang pemuda dan sahabat Nabi Muhammad SAW yang bernama Uwais Al Qarni.
Uwais Al Qarni adalah seorang pemuda yang kerjanya menggembalakan domba dan unta, yang tinggal di Yaman lebih dari seribu tahun yang lalu ,dalam keadaan fakir dan miskin.
Dia tinggal bersama ibunya yang sudah tua dan lumpuh.
Suatu hari, ibunya berkata, 'Anakku, mungkin ibu tidak lama lagi bersamamu, namun ibu ingin sekali mengunjungi tanah suci untuk menunaikan ibadah haji sebelum ibu meninggal dunia'.
Uwais sangat sedih mendengar permintaan ibunya itu, karena dia tahu untuk bisa sampai di tanah suci Mekkah dia harus memiliki unta sebagai kenderaan dan membawa banyak perbekalan, yang sudah pasti tidak mungkin ia dapatkan.
Namun, karena keinginannya untuk berbakti kepada ibu yang dia cintai, dia tetap bertekad untuk membawa ibunya berangkat ke tanah suci. Tetapi, bagaimana caranya ?.
Dia memutuskan untuk menggendong ibunya di punggungnya.....!.
Ya, menggendongnya...!
Uwais Al Qarni adalah seorang pemuda yang kerjanya menggembalakan domba dan unta, yang tinggal di Yaman lebih dari seribu tahun yang lalu ,dalam keadaan fakir dan miskin.
Dia tinggal bersama ibunya yang sudah tua dan lumpuh.
Suatu hari, ibunya berkata, 'Anakku, mungkin ibu tidak lama lagi bersamamu, namun ibu ingin sekali mengunjungi tanah suci untuk menunaikan ibadah haji sebelum ibu meninggal dunia'.
Uwais sangat sedih mendengar permintaan ibunya itu, karena dia tahu untuk bisa sampai di tanah suci Mekkah dia harus memiliki unta sebagai kenderaan dan membawa banyak perbekalan, yang sudah pasti tidak mungkin ia dapatkan.
Namun, karena keinginannya untuk berbakti kepada ibu yang dia cintai, dia tetap bertekad untuk membawa ibunya berangkat ke tanah suci. Tetapi, bagaimana caranya ?.
Dia memutuskan untuk menggendong ibunya di punggungnya.....!.
Ya, menggendongnya...!
Langganan:
Postingan (Atom)






