Jumat, 02 Mei 2014

PRESBIOPIA


'Bapak menderita presbiopia', kata seorang dokter mata kepada pasiennya . 'Presbiopia adalah penyakit usia tua dengan keluhan gangguan membaca dekat ,yang biasanya mulai diderita oleh seseorang tatkala umurnya menginjak 40 tahun'.
'Bagaimana cara mengatasinya,dok ?', tanya si pasien.
'Bapak harus memakai kacamata baca + 1,5 ( plus satu setengah ) sesuai usia bapak sekarang 45 tahun', jawab si dokter.
'Apakah plus kacamata baca ini akan bertambah terus, dok ?'
'Persis. Plus nya pasti akan bertambah selama usia bapak terus bertambah. Rata rata setiap 5 tahun, akan ada penambahan + 0,5. Jadi, nanti pada usia 50 tahun ukuran kacamata bapak menjadi +2, pada usia 55 tahun, +2,5 dan pada usia 60 tahun, +3'.
'Apakah plus kacamata baca ini bisa berkurang, dok ?'.
'Bisa. Asal umur bapak bisa berkurang !', ujar dokter sambil tersenyum.
'Ah, dokter ada ada saja. OK-lah,dok. Kalaupun nggak bisa dikurangi, paling tidak, apa mungkin
ada suatu cara agar plus kacamata baca ini tidak terus bertambah,dok ? '.
'Ada', jawab si dokter. 'Usahakanlah agar umur bapak tidak bertambah !?'.

Selasa, 29 April 2014

MINUS TINGGI

Di sebuah sudut rumah sakit, terlihat seorang bapak asyik menghisap sebatang rokok.Padahal ,  disampingnya  berdiri tegak sebuah papan pengumuman yang besar dengan tulisan 'dilarang merokok'. Seorang dokter  mata yang mengenakan jas putih  dengan badge nama melekat di saku depan bajunya melintas di depan si bapak dan menegurnya.
'Ma'af pak.  Disini dilarang merokok', kata si dokter. 'Apa bapak tidak bisa membaca tulisan itu ?', katanya sambil menunjuk papan pengumuman itu.
'Tidak, dok !, jawab si bapak.
'Loh....tulisan sebesar itu, bapak tidak bisa membacanya ?', tanya si dokter dengan wajah keheranan.
'Betul, dok. Saya menderita minus tinggi . Saya tidak bisa membaca tulisan yang jauh maupun dekat,dok', kata si bapak.
'Oh begitu. Sekarang, tolong matikan rokok itu !',
'Terima kasih, dokter tulus es pe em ', kata si bapak sambil berlalu.

Minggu, 27 April 2014

UKURAN KEMANUSIAAN

Mirza Jawad Maliki Tabrizi
'Ketahuilah bahwa ukuran kemanusiaan bukan pada bentuknya karena bentuk dapat ditempelkan di pintu kamar mandi. Bukan pada fisiknya, karena binatang yang kotorpun berfisik. Bukan karena ia makan dan melakukan hubungan seks, karena beruang dan babi jauh lebih kuat dalam hal ini. Bukan dengan kemarahan dan kemampuan untuk membalas, karena anjing dan serigala memiliki kekuatan amarah melebihi manusia.
Namun sebenarnya, ukuran kemanusiaan yang yang membuat Anda disebut manusia dan yang membedakan Anda dari yang lain adalah ilmu, makrifat ( cq.pengenalan akan diri sendiri dan Tuhan )  serta akhlak yang baik'

( Mirza Jawad Maliki Tabrizi, di dalam kitabnya 'Risalah Sayr wa Suluk', hal 16-17 ).

Jumat, 25 April 2014

MINAZ ZHULUMATI ILAN NUR

Inilah salah satu pesan Kartini kepada teman temannya di Eropah.

”Kartini berada dalam proses dari kegelapan menuju cahaya ( door duisternis Tot Licht ). Namun cahaya itu belum purna menyinarinya secara terang benderang, karena terhalang oleh tabir tradisi dan usaha westernisasi. Kartini telah kembali kepada Pemiliknya, sebelum ia menuntaskan usahanya untuk mempelajari Islam dan mengamalkannya, seperti yang diidam-idamkannya: Moga-moga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat umat agama lain memandang agama Islam patut disukai”
(Surat Kartini kepada Ny. Van Kol, 21 Juli 1902).

MENCIUM ANAK

Di sebuah masyarakat di jazirah Arab yang masih terbelakang dan bodoh , yang masih  terikat kuat dengan tradisi menguburkan anak hidup hidup dan menganggap aib memiliki anak perempuan, seorang Nabi melakukan sebuah perilaku 'aneh'.

Pada suatu hari, di depan orang banyak, Nabi tersebut mencium kedua cucunya yang masih balita, Hasan dan Husein (as). Orang orang merasa heran. Seketika itu juga seorang sahabat bernama Aqra' bin Habis yang berada di samping beliau, berujar : " Aku memiliki 10 orang anak dan sampai sekarang  aku belum pernah mencium seorangpun dari mereka!" .
Nabi menjawab singkat : " Kasih sayang Allah telah tercerabut dari dalam hatimu !".

MENSYUKURI MUSIBAH

Tujuh hari setelah menjalani operasi katarak, seorang pasien yang berusia 50-an tahun 'curhat' kepada dokternya.

'Dok, aku ini pebisnis yang 'super sibuk', katanya, 'Hari hariku dipenuhi dengan urusan bisnis dan jarang tinggal lama di rumah. Jujur saja,dok, penyakit katarak dan operasi katarak ini sungguh merupakan musibah yang amat menyakitkan buat diriku. Karena, aku terpaksa beristirahat di rumah dan tidak bisa melakukan aktivitas apapun'.

Kamis, 24 April 2014

HIKMAH 'BLACK CAMPAIGN'

KH DR. Jalaluddin Rakhmat telah ditetapkan oleh KPU Jawa Barat sebagai salah satu caleg yang lolos ke senayan menjadi wakil rakyat di DPR RI untuk priode 2014-2019. Sebagai tokoh intelektual muslim Indonesia, penulis produktif dan mubalig mumpuni. Kang Jalal terkenal dengan pembelaannya terhadap kaum tertindas dan kelompok minoritas serta pengusung pluralitas, yang sederhana, bersih dan bersahaja.