Al-Syahrastani , dalam kitab al-Milal waal-Nihal menulis, "Tidak pernah
darah di tumpahkan dan pedang dihunus dalam Islam kecuali karena
pertikaian masalah Imamah ( kepemimpinan ).
Bahkan, pertikaian soal kepemimpinan itu telah muncul tatkala Nabi Muhammad SAW baru saja meninggal dunia dan jenazah beliaupun belum dikebumikan. Sedemikian hebatnya pertikaian soal kepemimpinan ini sehingga - menurut catatan sejarah- telah terjadi teror mental dan tindakan anarkis diantara para Sahabat Nabi pada waktu itu. Sebagian Sahabat Nabi bahkan tidak mengakui legitimasi kepemimpinan Khalifah ( pemimpin umat ) yang baru dan menolak berbai'at ( menyatakan sumpah setia ) kepadanya.
Bahkan, pertikaian soal kepemimpinan itu telah muncul tatkala Nabi Muhammad SAW baru saja meninggal dunia dan jenazah beliaupun belum dikebumikan. Sedemikian hebatnya pertikaian soal kepemimpinan ini sehingga - menurut catatan sejarah- telah terjadi teror mental dan tindakan anarkis diantara para Sahabat Nabi pada waktu itu. Sebagian Sahabat Nabi bahkan tidak mengakui legitimasi kepemimpinan Khalifah ( pemimpin umat ) yang baru dan menolak berbai'at ( menyatakan sumpah setia ) kepadanya.





