Minggu, 21 September 2014

MENGENALI KEBENARAN


Pertempuran Basra - yang juga dikenal sebagai Perang Unta atau Perang Jamal - adalah perang yang terjadi di Basra, Irak pada tahun 656 Masehi, antara pasukan yang berpihak pada Khalifah Ali bin Abi Talib ra , sepupu dan menantu dari Nabi Muhammad SAW dengan pasukan yang berpihak kepada Aisyah ra, istri Nabi Muhammad SAW dan Sahabat Thalhah dan Zubair. Sejarah mencatat, sepuluh ribu orang terbunuh dalam peristiwa ini.

Tatkala perang baru akan dimulai dan kedua pasukan telah berhadap hadapan untuk saling menyerang, seorang prajurit dari pasukan Ali yang tampaknya 'kebingungan' bertanya kepada Sayyidina Ali , 'Apakah engkau akan memerangi ummul mukminin Aisyah, Thalhah, dan Zubair ?. Apakah mungkin mereka berada dalam kebatilan ( kesesatan ) ?”.
Sayyidina Ali menjawab, 'Saudaraku, kebenaran itu tidak dikenali dari manusia. Kenalilah terlebih dahulu kebenaran itu sendiri, niscaya engkau akan dapat mengenal siapakah yang berada di pihak yang benar'.

Selasa, 09 September 2014

MUDAHNYA MEMBANTU OPERASI DENGAN BPJS

Suatu malam, datang seorang ibu ke tempat praktekku di Bekasi. Si ibu menderita buta katarak. Tidak ada cara untuk membantu memulihkan kembali penglihatannya selain dengan operasi katarak. Segera setelah mendengar penjelasanku, wajahnya terlihat muram dan sedih. Dia membayangkan betapa besar biaya yang harus dikeluarkannya buat operasi itu. Jangankan untuk operasi, untuk makan sehari hari saja dia sudah amat kesusahan.

Jumat, 05 September 2014

IMAM ZAINAL ABIDIN, AGAMA & HAM

Di dalam Islam mazhab Syi'ah Imamiyah, Imam Ali Zainal Abidin diyakini sebagai 'manusia suci' dari silsilah Keluarga ( Ahlulbait ) Nabi SAW dan memiliki gelar As Sajjad yang artinya orang yang banyak bersujud. Beliau juga dikenal sebagai seorang sufi dan wali Allah yang telah mencapai 'maqom mukasyafah' yakni peringkat tertinggi dalam kemampuan menyingkap tabir ketuhanan.
Akhlaknya amat mempesona.

Suatu hari, tatkala Imam baru saja keluar dari masjid, beliau dihadang oleh seseorang yang kemudian mencaci maki dan menghujat dirinya.Tentu saja, orang-orang di sekitar masjid segera bereaksi dan ingin 'menghajar' lelaki tersebut, namun Imam mencegah mereka. Beliau malah menghampiri orang itu dan berkata kepadanya dengan lemah lembut, 'Apa yang engkau tidak ketahui dari diriku lebih banyak lagi. Apakah engkau butuh sesuatu sehingga aku dapat membantumu ?'.
Imam memberinya seribu dirham.Si lelaki merasa amat malu dan berkata, 'Saya bersaksi bahwa engkau benar-benar cucu Rasulullah '. Imam menjawab, 'Kami ini Ahlulbait, jika sudah memberi, pantang menginginkan balasannya'.

Selasa, 29 Juli 2014

ANAKMU TIDAK SEZAMAN DENGANMU

" Do not force your children to behave like you, for surely they have been created for a time which is different to your time " ( Imam Ali AS )
- Jangan paksa anak anakmu untuk bertingkah laku seperti dirimu, karena sesungguhnya mereka diciptakan untuk sebuah zaman yang tidak sama dengan zamanmu - Imam Ali AS

KOLOM AGAMA DI KTP, HARUSKAH DIHAPUS ?.

TV One pagi ini. Menteri Agama RI , Lukman Hakim Syaifuddin menegaskan Baha'i sebagai agama resmi yang diakui di wilayah hukum NKRI selain 6 agama resmi yang sudah diakui terlebih dahulu yakni Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Kong Hu Cu.

Konsekwesi dari pengakuan ini ialah negara akan menjamin dan melindungi keberadaan agama agama tersebut.
Maka, di dalam KTP, kolom agama hanya akan diisi dengan salah satu dari 7 agama yang diakui secara resmi itu

Namun kenyataannya, masih banyak ajaran dan keyakinan tertentu - diluar 7 agama itu - yang dipeluk masyarakat kita yang dianggap sebagai agama atau juga tidak dianggap sebagai agama.
Yang menjadi tanda tanya ialah :

PESTA PORA DI HARI LEBARAN

Apakah kita merasa pantas bersukaria, berpesta pora dan bermegah megahan merayakan hari raya Idul Fitri ( Lebaran ) tatkala banyak saudara saudara kita di negeri ini yang masih didera dengan kelaparan , kefakiran dan kemiskinan atau dizalimi dan dirampas hak haknya sebagai warga negara , dilarang beribadah di rumah Tuhan serta diusir dari kampung halamannya dan kemudian dipaksa tinggal di tempat pengungsian selama bertahun tahun ?.

Senin, 28 Juli 2014

BELAJAR DARI DOKTER 'SEPUH'.


Ini adalah sepotong kisah  tentang seorang dokter tua  yang berusia 89 tahun ,namanya dokter Ramnik Doshi . Dokter Ramnik Doshi tinggal di sebuah desa terpencil di Gujarat, India. Di rumah sakit dekat tempat tinggalnya ,dokter Ramnik Doshi bekerja keras menyediakan pengobatan mata secara gratis dan terjangkau bagi mereka yang miskin dan tidak mampu.
Guhta Mehta, penulis wanita yang menemukan dokter Ramnik Doshi dan menceritakan kisah perjalanan hidupnya 'yang unik dan aneh' ini di situs http://www.movedbylove.org/profiles/story.php?sid=4 menulis  , melihat pria sederhana ini dengan tubuhnya yang kecil di dalam balutan kaos oblong ,anda tidak akan percaya bahwa ia bertanggung jawab memberikan pengobatan mata kepada ribuan masyarakat miskin di pedesaan.Dan, ia telah menjalankan pekerjaannya ini selama hampir 30 tahun.