Para tokoh dan ulama Islam dari Sunni maupun Syi'ah, dari berbagai
ormas seperti Nadhlatul Ulama, Muhammadiyah dan lain lain serta dari
berbagai negara seperti Iran, Kuwait dan Indonesia berkumpul bersama
sama dengan ribuan umat Islam untuk mengikuti 'Seminar Internasional
Idul Ghadir', yang diselenggarakan pada Minggu/12 Oktober 2014, di
Gedung Graha Wirabakti Universitas Darma Persada, Jakarta.
Senin, 13 Oktober 2014
Sabtu, 27 September 2014
SOMEONE LIKE YOU
Cinta dan politik itu hampir hampir mirip
...... keduanya sering bertabrakan dengan akal sehat dan susah
diprediksi. Terkait dengan hasil keputusan DPR yang telah menetapkan
Pilkada lewat DPRD, Pak Ridwan Kamil ,Walikota Bandung, secara implisit
menyebutnya sebagai 'kawin paksa'. Sementara Pak SBY amat menyesalkan
terjadinya 'kawin paksa' ini dan, khabarnya, akan menggugat keabsahan
'kawin paksa' ini.
Untuk Pak SBY yang akan segera meninggalkan kita semua, mungkin potongan lirik lagu Adele 'Someone Like You' ini pas kita hadiahkan buat beliau.
Minggu, 21 September 2014
NEGARAWAN SEJATI
Saqifah Bani Sa'idah ( SBS ) mulanya adalah
sebuah balairung atau semacam aula pertemuan kaum Anshar ,penduduk asli
kota Madinah, yang terletak beberapa ratus meter di sebelah Barat Laut
Masjid Nabawi. Oleh pemerintah Arab Saudi, kini tempat itu dijadikan
sebagai taman kota yang bisa dinikmati oleh para peziarah yang
berkunjung ke kota suci Madinah.
MENGENALI KEBENARAN
Pertempuran Basra - yang juga dikenal sebagai Perang Unta atau Perang
Jamal - adalah perang yang terjadi di Basra, Irak pada tahun 656 Masehi,
antara pasukan yang berpihak pada Khalifah Ali bin Abi Talib ra ,
sepupu dan menantu dari Nabi Muhammad SAW dengan pasukan yang berpihak
kepada Aisyah ra, istri Nabi Muhammad SAW dan Sahabat Thalhah dan
Zubair. Sejarah mencatat, sepuluh ribu orang terbunuh dalam peristiwa
ini.
Tatkala perang baru akan dimulai dan kedua
pasukan telah berhadap hadapan untuk saling menyerang, seorang prajurit
dari pasukan Ali yang tampaknya 'kebingungan' bertanya kepada Sayyidina
Ali , 'Apakah engkau akan memerangi ummul mukminin Aisyah, Thalhah, dan
Zubair ?. Apakah mungkin mereka berada dalam kebatilan ( kesesatan )
?”.
Sayyidina Ali menjawab,
'Saudaraku, kebenaran itu tidak dikenali dari manusia. Kenalilah
terlebih dahulu kebenaran itu sendiri, niscaya engkau akan dapat
mengenal siapakah yang berada di pihak yang benar'.
Selasa, 09 September 2014
MUDAHNYA MEMBANTU OPERASI DENGAN BPJS
Suatu malam, datang seorang ibu ke tempat praktekku di Bekasi. Si ibu
menderita buta katarak. Tidak ada cara untuk membantu memulihkan
kembali penglihatannya selain dengan operasi katarak. Segera setelah
mendengar penjelasanku, wajahnya terlihat muram dan sedih. Dia
membayangkan betapa besar biaya yang harus dikeluarkannya buat operasi
itu. Jangankan untuk operasi, untuk makan sehari hari saja dia sudah
amat kesusahan.
Jumat, 05 September 2014
IMAM ZAINAL ABIDIN, AGAMA & HAM
Di dalam Islam mazhab Syi'ah Imamiyah, Imam Ali Zainal Abidin diyakini
sebagai 'manusia suci' dari silsilah Keluarga ( Ahlulbait ) Nabi SAW dan memiliki gelar As Sajjad yang artinya orang yang banyak bersujud. Beliau juga dikenal sebagai seorang sufi dan wali Allah yang telah
mencapai 'maqom mukasyafah' yakni peringkat tertinggi dalam kemampuan
menyingkap tabir ketuhanan.
Akhlaknya amat mempesona.
Suatu hari, tatkala Imam baru saja keluar dari masjid, beliau dihadang oleh seseorang yang kemudian mencaci maki dan menghujat dirinya.Tentu saja, orang-orang di sekitar masjid segera bereaksi dan ingin 'menghajar' lelaki tersebut, namun Imam mencegah mereka. Beliau malah menghampiri orang itu dan berkata kepadanya dengan lemah lembut, 'Apa yang engkau tidak ketahui dari diriku lebih banyak lagi. Apakah engkau butuh sesuatu sehingga aku dapat membantumu ?'.
Imam memberinya seribu dirham.Si lelaki merasa amat malu dan berkata, 'Saya bersaksi bahwa engkau benar-benar cucu Rasulullah '. Imam menjawab, 'Kami ini Ahlulbait, jika sudah memberi, pantang menginginkan balasannya'.
Akhlaknya amat mempesona.
Suatu hari, tatkala Imam baru saja keluar dari masjid, beliau dihadang oleh seseorang yang kemudian mencaci maki dan menghujat dirinya.Tentu saja, orang-orang di sekitar masjid segera bereaksi dan ingin 'menghajar' lelaki tersebut, namun Imam mencegah mereka. Beliau malah menghampiri orang itu dan berkata kepadanya dengan lemah lembut, 'Apa yang engkau tidak ketahui dari diriku lebih banyak lagi. Apakah engkau butuh sesuatu sehingga aku dapat membantumu ?'.
Imam memberinya seribu dirham.Si lelaki merasa amat malu dan berkata, 'Saya bersaksi bahwa engkau benar-benar cucu Rasulullah '. Imam menjawab, 'Kami ini Ahlulbait, jika sudah memberi, pantang menginginkan balasannya'.
Langganan:
Postingan (Atom)






