Kamis, 25 Desember 2014

FILOSOFI TURBAH


Seusai sholat berjama'ah bersama ayah (buya) nya, Nurul Fatimah -yang baru berusia 9 tahun- bertanya , 'Buya, kenapa  saat melakukan sujud, buya selalu meletakkan kening di atas batu ini ?'.

'Batu ini namanya turbah,nak. Turbah adalah gumpalan tanah yang dikeraskan dan dicetak dengan berbagai macam bentuk dan ukuran', jawab si buya.
'Untuk apa turbah ini, buya ?', tanyanya.

Rabu, 24 Desember 2014

MELACAK ASAL USUL & SILSILAH WALLAD 01

Kabupaten Aceh Singkil
Dari mana asal usul  'marga' Wallad itu ?.

Berikut ini sebagian kecil dari penuturan 'Angku Zainuddin' ( Angku Apun ) kepada saya sebelum meninggal dunia, kurang lebih 20 tahun yang silam.


Konon, di pertengahan abad ke-19 M,  di daerah Singkil, pantai barat Sumatera ( sekarang termasuk Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh ) , hiduplah seseorang yang bernama Mara Ismail. Tidak diketahui siapa nama kedua orang tuanya.

Mara Ismail memiliki seorang anak lelaki bernama Abdur Rauf. Abdur Rauf sering dipanggil ayahnya dengan nama Wallad. Karena, memang salah satu arti dari  kata Wallad di dalam bahasa Arab adalah anak lelaki. Selain diartikan dengan 'anak lelaki', kata walad ( wallad ) beserta turunannya dalam kamus bahasa Arab bisa berarti  ; bayi, lahir, timbul, terjadi, menyebabkan, menghasilkan, mengasuh, menciptakan dan lain-lain.

Senin, 22 Desember 2014

MENJEMPUT KEMATIAN

Para Imam adalah 'guru kehidupan'. Mereka bagaikan 'tali' yang menjadi tempat bergantung umat manusia dan sebagai 'bahtera' untuk membawa mereka kepada keselamatan, kebaikan dan kebenaran Tuhan.
Salah seorang diantara para Imam itu adalah  Ali Al Hadi as yang merupakan Imam ke-10 dari silsilah Imam Ahlulbait (Keluarga Suci ) Nabi saw. Dia hidup pada abad ke-3 Hijriyah atau abad ke-9 Masehi.

Kamis, 18 Desember 2014

KEBAHAGIAAN DI BALIK KEPASRAHAN

Beberapa tahun yang silam, ada seorang ibu tua , mantan aktivis organisasi dan ibu dari seorang tokoh parpol terkenal, yang sering berkunjung ke tempat praktekku. Si ibu tua ini menderita penyakit glaukoma kronis. Dia hampir kehilangan seluruh penglihatannya karena seluruh syaraf matanya rusak sehingga tentu saja mustahil untuk dapat disembuhkan. Seperti biasa, usai melakukan pemeriksaan, aku selalu mengajaknya berbincang bincang.

Suatu hari, dia berkata, 'Apa penglihatan saya masih bisa kembali normal lagi, dok ?, tanyanya dengan wajah terlihat pedih, gusar dan kecewa , seakan akan tak rela menerima keadaannya seperti itu. 'Dok, saya masih ingin sekali membaca kitab suci dengan kedua mataku ini sebelum meninggal dunia', katanya.  Aku terdiam membisu. Dia pulang dengan wajah sedih. Rupanya, itulah kunjungannya yang terakhir karena setelah itu dia tak pernah datang lagi ke tempat praktekku.

Selasa, 16 Desember 2014

KH HUSEIN & SELAMAT NATAL



KH Husein Muhammad adalah pengasuh pondok pesantren Darut Tauhid, Cirebon. yang pernah mengenyam pendidikan di Al Azhar Kairo, Mesir dan berguru kepada sejumlah ulama Al Azhar.

Pada suatu malam, beliau didatangi oleh 2 orang tamu di rumah kediamannya. Salah seorang diantara mereka berkata, ' Kami sudah lama membaca tulisan tulisan kiyai dan ingin bertemu serta bertanya banyak hal. Satu di antaranya adalah soal mengucapkan Selamat Natal '.

Kiyai menjawab, ' Aku mengucapkan Selamat Natal untuk teman-teman Kristiani. Ucapan itu tak akan mengubah apapun dari keyakinanku. Keyakinan itu bersemayam di dalam lubuh hatiku yang paling dalam. Tak seorangpun bisa menjatuhkan vonis terhadap apa yang ada di dalam hati '.

Minggu, 14 Desember 2014

SAKITNYA TUH DISINI....!

Rupanya, ucapan selamat ulang tahun dari ustadz Tulus pada hari kelahiran seorang anak dari sepasang suami istri di komplek perumahan itu telah mengundang 'keresahan' di kalangan jama'ahnya.
Seorang bapak ditugaskan jama'ah untuk 'mempertanyakan sekaligus memprotes' ustadz Tulus. Inilah dialognya.

IMAN DAN UCAPAN SELAMAT


Orang-orang Arab Badui itu mengaku ngaku, 'Kami ini telah beriman' . Katakanlah kepada mereka, 'Kalian itu sebetulnya belum beriman, tetapi hanya 'tunduk' saja, karena sesungguhnya iman itu belum merasuk ke dalam jantung hati kalian ( Taf QS 49:14).

Dalam pandangan Tuhan, seseorang baru dikatakan mengimani sebuah kepercayaan manakala 'rasa yakin'nya itu telah terhunjam dan bersemayam di dalam jantung hatinya. Hanya sekedar membuat pengakuan saja, tidak dengan serta merta memastikan bahwa orang yang bersangkutan telah mengimani atau meyakini kebenaran sesuatu.