Kamis, 18 Desember 2014

KEBAHAGIAAN DI BALIK KEPASRAHAN

Beberapa tahun yang silam, ada seorang ibu tua , mantan aktivis organisasi dan ibu dari seorang tokoh parpol terkenal, yang sering berkunjung ke tempat praktekku. Si ibu tua ini menderita penyakit glaukoma kronis. Dia hampir kehilangan seluruh penglihatannya karena seluruh syaraf matanya rusak sehingga tentu saja mustahil untuk dapat disembuhkan. Seperti biasa, usai melakukan pemeriksaan, aku selalu mengajaknya berbincang bincang.

Suatu hari, dia berkata, 'Apa penglihatan saya masih bisa kembali normal lagi, dok ?, tanyanya dengan wajah terlihat pedih, gusar dan kecewa , seakan akan tak rela menerima keadaannya seperti itu. 'Dok, saya masih ingin sekali membaca kitab suci dengan kedua mataku ini sebelum meninggal dunia', katanya.  Aku terdiam membisu. Dia pulang dengan wajah sedih. Rupanya, itulah kunjungannya yang terakhir karena setelah itu dia tak pernah datang lagi ke tempat praktekku.

Selasa, 16 Desember 2014

KH HUSEIN & SELAMAT NATAL



KH Husein Muhammad adalah pengasuh pondok pesantren Darut Tauhid, Cirebon. yang pernah mengenyam pendidikan di Al Azhar Kairo, Mesir dan berguru kepada sejumlah ulama Al Azhar.

Pada suatu malam, beliau didatangi oleh 2 orang tamu di rumah kediamannya. Salah seorang diantara mereka berkata, ' Kami sudah lama membaca tulisan tulisan kiyai dan ingin bertemu serta bertanya banyak hal. Satu di antaranya adalah soal mengucapkan Selamat Natal '.

Kiyai menjawab, ' Aku mengucapkan Selamat Natal untuk teman-teman Kristiani. Ucapan itu tak akan mengubah apapun dari keyakinanku. Keyakinan itu bersemayam di dalam lubuh hatiku yang paling dalam. Tak seorangpun bisa menjatuhkan vonis terhadap apa yang ada di dalam hati '.

Minggu, 14 Desember 2014

SAKITNYA TUH DISINI....!

Rupanya, ucapan selamat ulang tahun dari ustadz Tulus pada hari kelahiran seorang anak dari sepasang suami istri di komplek perumahan itu telah mengundang 'keresahan' di kalangan jama'ahnya.
Seorang bapak ditugaskan jama'ah untuk 'mempertanyakan sekaligus memprotes' ustadz Tulus. Inilah dialognya.

IMAN DAN UCAPAN SELAMAT


Orang-orang Arab Badui itu mengaku ngaku, 'Kami ini telah beriman' . Katakanlah kepada mereka, 'Kalian itu sebetulnya belum beriman, tetapi hanya 'tunduk' saja, karena sesungguhnya iman itu belum merasuk ke dalam jantung hati kalian ( Taf QS 49:14).

Dalam pandangan Tuhan, seseorang baru dikatakan mengimani sebuah kepercayaan manakala 'rasa yakin'nya itu telah terhunjam dan bersemayam di dalam jantung hatinya. Hanya sekedar membuat pengakuan saja, tidak dengan serta merta memastikan bahwa orang yang bersangkutan telah mengimani atau meyakini kebenaran sesuatu.

METAKOGNISI SUSI

Prof. Rhenald Kasali adalah seorang Guru Besar dalam Ilmu Manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Dua wanita terkenal Indonesia yang pernah menjadikan Prof. Rhenald sebagai mentor mereka sewaktu menempuh pendidikan lanjut di Universitas Indonesia, ialah Ibu Mooryati Soedibyo dalam program doktoral serta Dian Sastro dalam magister manajemen.
Tatkala berbicara tentang Susi , Prof Rhenald mengatakan : 'Khusus terhadap Susi, saya bukanlah mentornya. Ia terlalu hebat. Ia justru sering saya undang memberi kuliah. Dia adalah 'self driver' sejati, yang bukan putus sekolah, melainkan berhenti secara sadar. Sampai di sini, saya ingin mengajak Anda merenung, adakah di antara kita yang punya kesadaran dan keberanian sekuat itu ?'.

KEPUASAN MENOLONG ORANG LAIN.


Ini 'curhat' seorang bapak yang anaknya enggan menjadi dokter walau dia ingin sekali anaknya itu menjadi seorang dokter.
'Pada waktu saya sekolah dulu,menjadi dokter merupakan dambaan sebagian besar siswa,namun sekarang tampaknya banyak pilihan lain. Minat menjadi dokter semakin kurang, bahkan yang mengherankan saya, teman teman saya yang menjadi dokter, anak mereka juga tidak ingin seperti orang tua mereka.
Apa yang terjadi dengan kehidupan dokter sekarang ini ?. Mengapa menjadi dokter tidak lagi menarik bagi remaja ?'.

Senin, 08 Desember 2014

KENIKMATAN SURGA

Seperti biasa, setiap hari Jum'at ba'da Ashar, ustadz Syukur  beserta warga perumahan mengadakan pengajian di sebuah mesjid  yang berada di kompleks perumahan tersebut. Hari itu pengajiannya dihadiri oleh sepasang suami istri penyandang tunanetra ( buta ) beserta anak semata wayang mereka, seorang bocah perempuan berusia 5 tahun. Mereka datang dari kampung yang bersebelahan dengan kompleks perumahan itu.

Dalam pengajian kali ini, ustadz Syukur menguraikan panjang lebar berbagai macam kenikmatan yang bisa dirasakan manakala kita ditakdirkan oleh Allah SWT masuk ke dalam surga. Usai memberikan ceramah, ustadz Syukur memberikan waktu untuk tanya jawab. Namun, berbeda dengan pengajian pengajian sebelumnya, kali ini pak ustadzlah yang mengajukan pertanyaan kepada para jama'ahnya. Pertanyaannya ialah kenikmatan apa saja yang ingin mereka  rasakan jika berada di dalam surga.